Kamis, 10 April 2014

E-Commerce, E-Business



E-COMMERCE

ELECTRONIC COMMERCE, merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara elektronik, dimana di dalamnya termasuk :
- Perdagangan via Internet (Internet Commerce)
- Perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce)
- Perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik(
Electronic Data Interchange/EDI).

Perbedaan antara e-Business dan e-Commerce

          Perbedaan antara e-Business dan e-Commerce yaitu dalam hal jangkauannya. e-Business mempunyai jangkauan yang luas. Cara yang dilakukan oleh e-Business yaitu ketika sebuah perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah menggunakan e-mail tetapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan menggunakan internet. Dengan begitu, didapatkanlah keuntungan yaitu berupa keamanan, fleksibililtas, dan efisiensi. Cara pembayarannya yaitu dengan melalui pembayaran digital secara E-Gold yang sudah diakui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online. Sedangkan, e-Commerce mempunyai jangkauan yang lebih sempit karena merupakan subperangkat dari e-Business. Cara yang digunakan e-Commerce yaitu pembayaran untuk setiap produk yang dibeli menggunakan account PayPal atau kartu kredit.
       Pada umumnya, para pengunjung website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online 24 jam sehari serta dapat melakukan korespodensi dengan pihak penjual atau pemilik website melalui email.Dikarenakan menggunakan akses internet, para pelaku e-Business dan e-Commerce mau tidak mau harus menggunakan koneksi internet dan browser yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi. Untuk koneksi internet, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan warnet ataupun hotspot yang dapat diakses oleh siapa saja dalam melakukan transaksi online karena dikhawatirkan banyak penyusup atau keylogger yang dapat digunakan untuk mengambil alih akun. Sedangkan untuk browser, para pengusaha biasanya mengeset website e-Business atau e-Commerce-nya agar hanya dapat diakses oleh browser-browser tertentu saja. Biasanya browser-browser tersebut adalah Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Ini dikarenakan bahwa perusahaan Microsoft dan Netscape telah bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com. 
Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
1.     Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2.     Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
3.     Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
4.     Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

Contoh E-Commerce.
Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :
1.     Pembelian buku melalui online.
2.     Pembelian elektronik melalui online.
3.     Pembelian kendaraan melalui online.
4.     Pembelian pakaian melalui online, dll.
Dampak Positif dan Negatif E-Commerce.
Dampak positifnya, yaitu :
1.     Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.     Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3.     Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4.     Melebarkan jangkauan (global reach).
5.     Meningkatkan customer loyality.
6.     Meningkatkan supplier management.
7.     Memperpendek waktu produksi.
8.     Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan)
Dampak negatifnya, yaitu :
1.     Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2.     Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3.     Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4.     Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5.     Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6.     Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
            Bisnis elektronik, biasanya disebut sebagai "eBusiness" atau "e-bisnis", dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh kegiatan usaha. Commerce merupakan pertukaran produk dan jasa antara perusahaan, kelompok dan individu dan dapat dilihat sebagai salah satu kegiatan penting dari bisnis apapun. Electronic commerce berfokus pada penggunaan ICT untuk mengaktifkan kegiatan eksternal dan hubungan bisnis dengan individu, kelompok dan usaha lainnya.

            Metode bisnis elektronik memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan data internal dan eksternal sistem pemrosesan lebih efisien dan fleksibel, untuk bekerja lebih erat dengan pemasok dan mitra, dan untuk lebih memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan mereka. Dalam prakteknya, e-bisnis adalah lebih dari sekedar e-commerce. Sementara e-business mengacu pada fokus yang lebih strategis dengan penekanan pada fungsi yang terjadi dengan kemampuan elektronik, e-commerce adalah bagian dari strategi e-bisnis secara keseluruhan. E-commerce berusaha untuk menambah aliran pendapatan menggunakan World Wide Web atau Internet untuk membangun dan meningkatkan hubungan dengan klien dan partner dan untuk meningkatkan efisiensi dengan menggunakan strategi kapal Kosong. Seringkali, e-commerce melibatkan aplikasi dari sistem manajemen pengetahuan. E-bisnis melibatkan proses bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai: pembelian elektronik dan manajemen rantai suplai, pemrosesan order elektronik, penanganan pelayanan pelanggan, dan bekerja sama dengan mitra bisnis. standar teknis khusus untuk e-bisnis memfasilitasi pertukaran data antara perusahaan. E-bisnis solusi perangkat lunak yang memungkinkan integrasi proses perusahaan intra dan inter bisnis. E-bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan Web, Internet, intranet, extranet, atau beberapa kombinasi dari semuanya.

Pada dasarnya, perdagangan elektronik (EC) adalah proses pembelian, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, dan / atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. EC juga bisa benifited dari berbagai perspektif termasuk proses bisnis, layanan, belajar, kolaboratif, masyarakat. EC sering bingung dengan e-bisnis.

E-Business
Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.
1.     What
2.     Where
3.     Who
4.     Why
1.      What Secara prinsip pengertian E Business jauh lebih luas dibandingkan dengan E Commerce, bahkan secara filosofis, E Commerce merupakan bagian dari E Bussiness. Jika E Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, E Bussiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.

2.     Where E Bussiness dilakukan dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan dengan akses dan variasi transaksi yang terbatas.

3.     Who Siapa saja yang melakukan E Bisnis. Klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import.

4.     Why Penerapan konsep eBusiness secara efektif memberikan keuntungan bagi perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat, yang secara tidak langsung meningkatkan level pendapatannya. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat.

Jenis E Commerce
E-commerce secara umum dibagi menjadi tiga kategori yang berbeda sebagai berikut:
1.     Business-to-consumer (B2C)
B2C adalah pertukaran jasa, informasi dan atau produk dari perusahaan kepada konsumen menggunakan internet dan teknologi perdagangan elektronik.

2.     Business-to-business (B2B)
B2B adalah pertukaran jasa, informasi dan atau produk dari perusahaan kepada perusahaan menggunakan internet dan teknologi perdagangan elektronik. B2B pada intinya adalah EDI melalui internet menggunakan web.

3.     Consumer-to-consumer (C2C)
C2C adalah model bisnis e-commerce dimana konsumen menjual kepada konsumen lain menggunakan perusahaan perantara (broker) atau lelang elektronik.

 Model-Model E Business
  • B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.
  • B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)

Proses E Business
Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses  Bisnis
  • Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.
  • EDI:
ü  Meningkatkan tingkat akurasi
ü  Mengurangi biaya

Faktor-faktor keberhasilan  E Business
  • Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
  • Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
  • Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :
Sumber :

E-Commerce  
memiliki beberapa jenis transaksi yang dibedakan menurut pihak-pihak yang melakukan transaksi.
a.       Busines to Busines (B2B)Busines to Busines 
(B2B) juga dapat diartikan sebagai sistem komunikasibisnis online antar pelaku bisnis. Bentuk dadi B2B dapat berupa transaksi Inter-Organizational System (IOS), misalnya transaksi extranet dan electronic funds transfer 

b.      Bussines to Cunsumer (B2C)Bussines to Cunsumer 
(B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeliindividual. Selain itu B2C juga dapat berarti mekanisme toko online (electronic shoping mall) yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer 

c.       Consumer to Consumer (C2C)Consumer to Consumer 
(C2C) merupakan transaksi dimana konsumenmenjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Dapat diartikanpula saat seorang individu yang mengiklankan produk barang atau jasa, pengetahuan,  maupun keahliannya di web.

d.      Consumer to Bussines (C2B)Consumer to Bussines 
(C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukantransaksi.

e.       Non-Bussines Electronic Commerce Non-Bussines Electronic Commerce 
meliputi kegiatan non bisnis sepertikegiatan lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, keagamaan dan lain-lain.
 
f.       Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce.
Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untukmelakukan pertukaran barang, jasa, dan informasi, menjual produkperusahaan kepada karyawan dalam perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar